Rabu, 13 Juni 2012

hubungan legislatif dan eksekutif

DPR sebagai lembaga legislatif adalah badan atau lembaga yang berwenang untuk membuat Undang-Undang dan sebagai kontrol terhadap pemerintahan atau eksekutif, sedangkan Eksekutif atau Presiden adalah lembaga yang berwenang untuk menjalankan roda pemerintahan. Dari fungsinya tersebut maka antara pihak legislatif dan eksekutif dituntut untuk melakukan kerjasama, apalagi di Indonesia memegang prinsip Pembagian Kekuasaan. Dalam hal ini, maka tidak boleh ada suatu kekuatan yang mendominasi.
Dalam setiap hubungan kerjasama pasti akan selalu terjadi gesekan-gesekan, begitu juga dengan hubungan antara eksekutif dan legislatif. Legislatif yang merupakan wakil dari partai tentunya dalam menjalankan tugasnya tidak jauh dari kepentingan partai, begitu juga dengan eksekutif yang meskipun dipilih langsung oleh rakyat tetapi secara historis presiden memiliki hubungan dengan partai, presiden sedikit banyak juga pasti mementingkan kepentingan partainya. Akibatnya konflik yang terjadi dari hubungan eksekutif dan legislatif adalah konflik kepentingan antar partai yang ada.
Hubungan eksekutif dan legislatif pada masa sebelum amandemen Undang-Undang Dasar 1945 atau dengan kata lain pada masa Orde Baru, adalah sangat baik. Bisa dikatakan demikian karena hampir tidak ada konflik antara Eksekutif dan Legislatif pada masa itu. Soeharto sebagai pemegang tampuk kekuasaan pada masa itu menggunakan topangan superioritas lembaga eksekutif terhadap DPR dan peran dwifungsi ABRI menghasilkan kehidupan politis yang stabil. DPR yang tentunya sebagian besar dari Fraksi Golongan Karya, selalu ‘manut’ dengan apa yang ditentukan oleh Soeharto. Hal ini sangat berbeda dengan masa setelah Orba, yaitu pada masa reformasi. Legislatif tidak mau lagi hanya berdiam diri, menuruti segala apa yang dikatakan presiden. Bahkan cenderung kekuatan legislatif kini semakin kuat. Hal ini bisa dilihat ketika DPR menjatuhkan impeachment terhadap Gus Dur.
. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 mengenai pemilihan eksekutif dalam hal ini presiden dan wakil presiden dan pemilihan legislatif dalam hal ini anggota DPR yang telah mengubah pola atau sistem yaitu dengan pemilihan langsung oleh rakyat. Perubahan sistem pemilihan ini ternyata juga berpengaruh terhadap relasi atau hubungan antara Presiden dengan anggota DPR itu sendiri. Pengaruh yang dimaksud disini adalah tentang relasi antara Presiden dan anggota DPR yang tidak kunjung membaik. Dengan pemilihan dari rakyat langsung, membuat Presiden dan anggota DPR merasa mempunyai legitimasi ataupun mempunyai hak bahwa dirinya adalah wakil dari rakyat langsung dan merasa punya dukungan penuh dari rakyat. Perasaan yang seperti ini, maka bisa jadi mendorong presiden menjadi kurang bertoleransi dengan kelompok oposisi. Hal ini membuat keegoisan antara Presiden dan anggota DPR menjadi semakin kuat. Bertolak dari pandangan Linz dan Cile tentang sistem multipartai dalam sistem presidensil, maka bisa jadi hubungan yang tidak kunjung membaik antara presiden dengan legislative karena sistem tersebut. Linz menyatakan bahwa jika dalam sistem seperti disebut di atas, maka hubungan antara eksekutif dan legislative akan mengalami deadlock. Cile juga berpandapat serupa bahwa deadlock bisa terjadi dan itu akan menghalangi proses demokrasi.
Hubungan atau relasi presiden dengan anggota DPR, bisa juga disebabkan oleh sistem presidensil pada pemerintahan Indonesia. Disini dapat dijelaskan bahwa sistem presidensil yang tidak mengenal adanya mosi tidak percaya, apabila suatu ketika ada konflik atau masalah dengan legislative, eksekutif tidak perlu takut dengan adanya penggulingan kekuasaan, karena DPR tidak bisa memberikan mosi tidak percaya. Dari sinilah, maka perselisihan antara presiden dengan anggota DPR bisa terus berlanjut tanpa ada suatu ‘ketakutan’ eksekutif akan kekuasaannya.
Hubungan yang tidak sehat antara eksekutif dan legislative memang selalu terjadi di setiap pemerintahan. Dulu semasa pemerintahan Orde Baru, ada Sri Bintang Pamungkas, masa Gus Dur sangat terlihat karena dengan adanya impeachment terhadap Gus Dur, dan sekarang pada masa SBY-JK, diantaranya adalah intepelasi DPR terhadap penggantian panglima TNI oleh Presiden SBY, soal impor beras pada masa SBY, tentang pemilihan Gubernur BI, tentang Iran, dan sebagainya.
Relasi antara eksekutif dan legislatif pada masa pemerintahan SBY-JK ini patut dicermati. Hal ini terkait karena pada pemilihan presiden 2004 lalu, SBY-JK terpilih dari partai kecil dan dukungan minoritas di legislatif (DPR). Presiden SBY kemudian membentuk kabinet Indonesia Bersatu yang bukan merupakan kabinet keahlian melainkan kabinet koalisi. Hal ini dilakukan SBY karena dia dan wakilnya berasal dari partai kecil maka dia berusaha untuk mencegah rongrongan dari DPR dengan membentuk kabinet koalisi dari partai-partai. Hal ini juga menimbulkan adanya fenomena ‘dua kaki’, yait partai dimana wakilnya menduduki menteri dalam kabinet Indonesia Bersatu, dan sementara di dalam DPR, partai ini menjadi partai oposisi.
Kasus SBY-JK dimana mereka terpilih dari partai kecil mengharuskan SBY-JK menjalin hubungan yang baik dengan DPR. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aspek yang memerlukan kompromi politik dengan DPR, misalnya dalam penetapan anggaran Bila hubungan tidak berjalan dengan baik, maka sangat mungkin sering terjadi penolakan-penolakan oleh DPR terhadap pengajuan anggaran ataupun pengajuan kebijakan ataupun RUU, dan lain-lain. Penolakan-penolakan ini tentunya akan membuat pemerintahan berjalan dengan tidak efektif.
Menurut penulis, hubungan eksekutif dan legislative yang tidak menunjukkan sinyal positif disebabkan oleh keegoisan di masing-masing pihak dimana mereka sama-sama merasa mempunyai legitimasi yang kuat karena dipilih langsung oleh rakyat. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi. Seharusnya eksekutif dan legislative selalu bekerjasama dimana yang satu menjadi pelaksana dan yang satu menjadi kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan. Hal ini tentunya akan lebih baik dibandingkan hubungan yang saling menjatuhkan dan ujungnya sebenarnya tidak berpihak kepada rakyat hanya kepentingan kelompok masing-masing saja. Namun, terlepas dari itu semua, hubungan antara eksekutif dan legislative ini memang sedang mencari jati dirinya karena kita semua sedang belajar tentang demokrasi.

Monarkhi

Bentuk pemerintahan monarki mempunyai beberapa jenis, yaitu monarki absolut, monarki konstitusional, dan monarki parlementer.
a. Monarki absolut
Monarki absolut atau monarki mutlak, yaitu suatu monarki yang seluruh kekuasaan negara berada di tangan raja sehingga raja mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas (mutlak). Pada masa monarki absolut, raja mempunyai kekuasaan yang luar biasa, sehingga ia berbuat sewenang-wenang. Perintah raja merupakan undang-undang yang harus dilaksanakan. Raja atau kaisar merupakan orang yang memegang kekuasaan pemerintahan, mengadili atau menghukum rakyat yang tidak patuh, dan membuat aturan untuk melaksanakan pemerintahan. Pada negara yang menggunakan monarki absolut ini, yang berhak membentuk undang-undang adalah raja, karena rajalah yang berkuasa.

b. Monarki konstitusional
Monarki konstitusional atau monarki terbatas, yaitu suatu monarki yang kekuasaan rajanya dibatasi oleh UUD. Dalam monarki konstitusional ini, raja tidak dapat berbuat sewenang-wenang karena segala kebijakan dan tindakannya harus berdasarkan UUD. Monarki konstitusional ini umumnya dipergunakan oleh negara-negara monarki yang ada di dunia modern sekarang ini. Oleh karena itu, monarki konstitusional sering pula disebut monarki modern.


c. Monarki parlementer
Monarki parlementer yaitu suatu monarki yang kekuasaan menjalankan pemerintahannya ada di tangan para menteri dan harus bertanggung jawab kepada parlemen. Menteri-menteri merupakan pelaksana pemerintahan dan merekalah yang mesti mempertanggungjawabkan jalannya pemerintahan kepada parlemen. Sedangkan raja berkedudukan sebagai kepala negara dan merupakan lambang dari keutuhan dan kesatuan negara.
Dalam monarki parlementer, raja tidak menjalankan pemerintahan, oleh karena itu raja tidak dapat diminta pertanggungjawaban atas jalannya pemerintahan.
Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa monarki pada zaman dahulu yang bersifat absolut tidak sama dengan monarki yang banyak dipraktekkan pada zaman modern sekarang ini. Monarki zaman dahulu pada umumnya mempraktekkan monarki absolut, sedangkan pada zaman sekarang cenderung mempraktekkan monarki konstitusional dan monarki parlementer.

Selasa, 12 Juni 2012

Scattering menyebabkan langit itu berbagai warna

Ketika gelombang elektromagnetik mengenai atau menabrak atmosfer akan terjadi suatu interaksi tertentu. Bentuk interaksi tersebut dapat berupa pemantulan (refelction) , penyerapan (absorption), atau pemendaran (scattering).
Interaksi tersebut disebabkan oleh adanya tempaan antara gelombang elektromagnetik yang terpancar dengan partikel-partikel yang terdapat di atmosfer bumi kita. Scattering terjadi ketika partikel/ gas molekul berukuran lebih besar dari partikel gerlombang elektromagnetik pada atmosfer.
Gelombang elektromagnetik akan menabrak partikel atmosfer berukuran besar tersebut dan menyebabkan radiasi elektomagnetik dihamburkan. Ukuran partikel dan panjang gelombang yang berinteraksi bervariasi sehingga terdapat 3 jenis pemendaran (scattering).
  1. Rayleigh Scattering
  2. Mie Scaterring small particle
  3. Mie scaterring large particle
Jenis Scattering

Rayleigh scaterring
Rayleigh scaterrring terjadi apabila tenaga radiasi gelombang  berinteraksi dengan partikel atmosfer yang garis tengahnya jauh lebih kecil daripada panjang gelombang radiasi yang berinteraksi tersebut.
Rayleigh scaterring menyebabkan langit berwarna biru, karena ketika terjadi perwujudan hamburan rayleigh panjang gelombang yang lebih pendek (blue) akan dihamburkan jauh lebih besar daripada panjang gelombang tampak yang lain.
Mie Scattering Small Particle
Pemendaran ini terjadi ketika besar garis tengah partikel di atmosfer sama dengan besarnya panjang gelombang tenaga radiasi yang berinteraksi. Penyebab utama hamburan mie adalah uap air dan debu di atmosfer.
Mie scaterring small particle menyebabkan langit berwarna Jingga saat senja. Udara banyak mengandung partikel kecil seperti debu dan air sehingga partikel akan memantulkan cahaya ke segala arah. Karena yang lebih banyak dipantulkan adalah gelombang dengan panjang gelombang yang lebih panjang, maka terlihat gelombang tampak warna Merah atau Orange.

Mie Scaterring Large Particle
Pemendaran ini terjadi ketika besar garis tengah partikel di atmosfer jauh lebih besar daipada besar panjang gelombang yang berinteraksi. Pemendaran ini disebut juga ‘Hamburan Non Selektif.
Garis tengah partikel atmosfer berkisar antara 5-10 mikrometer. Biasanya partikel ini di atmosfer berupa air hujan. Ukuran garis tengah partikel tersebut dirasa cukup besar mengingat besar panjang gelombang tampak yang berinterkasi berada pada rentang 0.4 – 0.7 mikrometer.
Karena dalam pendaran mie large particle penghamburan panjang gelombang tampak dan infra merah berjumlah kurang lebih sama maka berakibat hamburan ini tidak selektif terhadap panjang gelombang sehingga cahaya biru, hijau dan merah dihamburkan dengan jumlah yang sama dan menyebabkan kabut dan awan tampak Putih.

Senin, 11 Juni 2012

I will always love you

If I.. should stay
I would only be in your way.
So I'll go
But I know
I'll think of you every step of the way.


And I will always love you... Ahhhh
Will always love you.
You, My Darling you...(mmm..)


Bittersweet memories
That is all I'm taking with me.
So, goodbye. Please don't cry.
We both know
I'm not what you, you need

And I will always love you,
I Will always love you...

I hope life treats you kind.
And I hope you have all you dreamed of.
And I'm wishing you joy and happiness.
But above all this - I wish you love.

And I will always love you..
I Will always love you
I Will always love you
I Will always love you

I Will always love you
I Will
I Will always love you
Darling I love you
Ooh, I'll always,
I'll always love youuu..

Minggu, 10 Juni 2012

Front

PENGARUH FRONT UDARA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Pengertian Front Udara

    Front didefinisikan sebagai wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara yang berbeda sifat fisik dan kekuatannya (Effendy dan Turyanti, 2006). Front di dalam meteorologi merupakan wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara yang berbeda sifat fisik dan kekuatannya. Ketika sebuah front melewati suatu area, itu menandakan terjadinya perubahan pada temperatur, embun, laju angin, arah angin, tekanan atmosfir, dan suatu perubahan dalam pola curah hujan.

    Front adalah suatu wilayah pada posisi astronomis tertentu (biasanya sekitar lintang tinggi 66.5o LU/LS), dikenal sebagai wilayah transisi, suatu lokasi pertemuan dua massa udara yang memiliki karakter yang berbeda baik secara fisik maupun magnitude. Secara sederhana front dapat diartikan sebagai daerah perbatasan rempat bertemunya dua massa udara. Adanya front mengakibatkan cuaca sangat mudah berubah dan menyebabkan bayak terjadinya awan dan hujan. Awal pembentukan dari front ini sering disebut dengan Frontogenesis dan fase akhir pelenyapannya dikenal sebagai Frontolisis.

    Front cuaca adalah nama yang diberikan pada daerah perbatasan tempatbertemunya dua massa udara. Adanya front mengakibatkan cuaca yang mudah berubah, seringkali menyebabkan banyak awan dan terjadi hujan. Lokasi kejadian lintang tinggi sekitar 66,5°C lintang utara atau selatan.

    Angin terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu wilayah.  Angin bergerak dari suatu tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ke tempat yang memiliki tekanan udara rendah (Handoko, 1995).   Antara zona bertekanan udara rendah dengan zona bertekanan udara tinggi terdapat zona dimana keduanya bertemu, zona ini dinamakan front.

Ciri – Ciri Front Udara

Front mempunyai ciri-ciri yang khusus, diantaranya adalah sebagai berikut
1. Sepanjang garis front terjadi angin yang bergerak dari arah yang berlawanan

2. Perbedaan suhu yang tajam

3. Cuaca yang buruk seperti hujan badai selama 2 jam pada front dingin, serta hujan   gerimis selama 2 hari pada front panas. Pada awal pembentukan front terjadi kabut.

4. Pada lokasi sekitar front beda suhu udara T dan Td sangat kecil, bahkan hampir sama.

5. Garis isobar mengalami patahan, dan pada patahan tersebut terjadi siklon.

Klasifikasi Front Udara

Kriteria yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu front di permukaan pada peta cuaca (Ahrens, 2007) :

1. Tajamnya perubahan suhu pada jarak yang relatif dekat,

2. Perubahan pada kelembaban udara (ditunjukkan oleh perubahan suhu titik embun),

3. Perubahan pada arah angin,

4. Tekanan udara dan perubahan tekanannya,

5. Awan dan pola presipitasi.

Dalam suatu Front atau konvergensi massa udara, udara mengalami deformasi kompresi. Adapun tahap – tahap deformasinya biasa dibagi ke dalam empat tingkat, yaitu :

1. Tingkat normal

Udara Kutub dari utara dan udara tropis dari selatan saling bertemu.

2. Tingkat Deformasi

3. Suatu putaran udara terjadi, arahnya berlawanan jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di belahan bumi selatan.

4. Tingkat deformasi frontal

    Bidang front (diskontinuitas) terdeformasi kuat sehingga massa udara terbelah dan udara panas terjepit diantara udara dingin. Udara dingin menghujam di bawah udara panas, kemudian udara panas naik ke udara atas yang lebih tinggi dalam bidang miring dimana disepanjang bidang Front panas akan terbentuk awan – awan Cirrus, Altostratus dan Altocumulus. Disepanjang bidang Front dingin udara panas bersinggungan dengan udara dingin menyebabkan tidak stabil sehingga udara panas naik dengan cepat dan menumbuhkan awan – awan konvektif Cumulus, Cumulus Congestus dan Cumulonimbus. Front dingin inilah yang menyebabkan hujan lebat, badai guruh dan hujan es.

5. Tingkat Occlusion

    Front dingin akan bergerak lebih cepat di bandingkan dengan Front panas. Front dingin akan mengejar Front panas dan menutup jalannya dengan cara menyatukan kedua Front yang akhirnya akan kabur dan kemudian mati (Occlusion).

Proses Pembentukan Front Udara dan Perkembangan Front Udara

    Secara umum, apabila terjadi pertemuan antara massa-massa udara yang memiliki temperature dan kadar kelembaban yang berbeda, tidak akan terjadi percampuran. Massa-massa air ini akan saling dipisahkan di sepanjang batas yang disebut ‘front’. Udara lembab hangat naik ke atas front dingin yang terbentuk ketika udara dingin dari kutub bertemu dengan udara lembab yang hangat dari tropis yang menuju arah kutub. Ketika naik, udara hangat ini mendingin yang mengakibatkan pengembunan uap air untuk membentuk hujan atau salju. Di belahan bumi utara, udara dingin cenderung akan tersirkulasi di sekitar pusat tekanan rendah dengan arah melawan arah putaran jarum jam, sedang di belahan bumi selatan arahnya searah jarum jam. Sirkulasi di sekitar tekan rendah ini disebut siklon lintang tengah.

    Awal pembentukan, perkembangan hingga penguatan front dikenal dengan istilah Frontogenesis, sedangkan fase akhir pelenyapan atau penghancuran front dikenal sebagai Frontolisis.

    Pergerakan front berhubungan dengan kekuatan gradien tekanan (perbedaan horisontal di dalam tekanan atmosfir) dan efek Coriolis, yaitu disebabkan oleh perputaran bumi terhadap porosnya. Zona front mungkin menjadi berubah bentuk oleh fitur geografis seperti pegunungan dan badan air yang besar.

    Secara umum, apabila terjadi pertemuan antara massa-massa  udara yang memiliki temperature dan kadar kelembaban yang berbeda, tidak akan terjadi percampuran. Massa-massa air ini akan saling dipisahkan di sepanjang batas yang disebut ‘front’. Udara lembab hangat naik  ke atas front dingin yang  terbentuk ketika  udara dingin dari kutub bertemu dengan udara lembab yang hangat dari tropis yang menuju arah kutub. Ketika naik, udara hangat ini mendingin yang mengakibatkan pengembunan uap air untuk membentuk hujan atau salju. Di belahan bumi utara, udara dingin cenderung akan tersirkulasi di sekitar pusat tekanan rendah  dengan arah melawan arah putaran jarum jam, sedang di belahan bumi selatan arahnya searah jarum jam. Sirkulasi di sekitar tekan rendah ini disebut siklon lintang tengah.

    Front hangat akan terbentuk ketika udara hangat arah utara bertemu dengan udara sejuk yang menuju utara. Ketika udara hangat naik perlahan-lahan disepanjang kemiringan front hangat, awan cenderung terbentuk, dan bisa saja mengakibatkan hujan. Dikarenakan front hangat tidak seterjal front dingin kejadian hujan akan mengecil. Ketika gerakan cepat front dingin mengejar front hangat, terbentuklah front tersumbat (occluded forms), yang mengakibatkan terjebaknya udara hangat di atas sebuah lapisan udara dingin dan udara sejuk. Siklon lintang-tengah dan front yang berkaitan dengannya bertanggungjawab atas semua kejadian cuaca buruk seperti hujan hujan badai, salju petir, hujan es, petir, dan tornado.Jenis –       Jenis Front Udara

    Front dapat dibedakan atas lima jenis yaitu front panas ( warm front ), front dingin ( cold  front ), front campuran ( occluded front ), front stasioner ( stationary front ) dan siklon frontal. Front ini diklasifikasikan berdasarkan pada temperatur udara dan dominasi udara yang terjadi. Setiap jenis front memiliki masing-masing keunikan dan karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik front dingin berbeda dengan front panas. Apabila terjadi front dingin, daerah tersebut akan mengalami hujan deras dan badai yang biasanya disertai dengan petir dan kilat, sedangkan pada front panas yang terjadi adalah gerimis yang berkepanjangan. Begitu pula dengan front campuran, stasioner dan siklon frontal, yang memiliki dampak ataupengaruh yang berbeda terhadap fenomena cuaca.

    Masing-masing front ini mempunyai ciri yang berbeda-beda sesuai dengan jenis awannya masing-masing serta jenis massa udaranya. Karakteristik front dingin berbeda dengan front panas. Apabila terjadi front dingin, daerah tersebut akan mengalami hujan deras dan badai yang biasanya disertai dengan petir dankilat, sedangkan pada front panas yang terjadi adalah gerimis yang berkepanjangan. Dengan menggunakan simbol-simbol yang ada pada petasinoptik, pengamat dapat menganilisis bilamana terjadi front di daerah tersebut. Berdasarkan jenis awan yang ada, dapat terlihat front yang terbentuk, karena setiap jenis awan yang tebentuk dapat dijadikan parameter dalam penentuan jenis front sehingga dapat dianalisis dan informasinya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat. Analisis tersebut dapat mencakup lama badai atau gerimis berlangsung serta karakteristik dari fenomena tersebut sehingga antisipasi dapat dilakukan.

a. Front Panas ( Warm front )

   Front panas terjadi apabila massa udara panas menggilas massa udaradingin. Proses terjadinya front ini seperti udara yang naik di pegunungan sehinggaakan terbentuk kabut dan seringkali menimbulkan hujan gerimis berkepanjangan. Awan-awan yang terbentuk pada saat front panas ini adalah awan Cirrus,Cirocumulus, Cirrostratus, Altocumulus, dan Altostratus. Front panas umumnya bergerak sangat lambat sekitar 10-25 mile/ jam. Front panas mengandung massa udara yang hangat dan memiliki kelembaban yang tinggi. Ketika massa udara terangkat maka udara akan mengalami pendinginan dan kondensasi pun terjadi. Pada saat front panas berlangsung, terjadi hujan gerimis dalam waktu yang lama sekitar 2-3 hari. Ciri dari terbentuknya front panas adalah adanya awan cirriform dan stratiform,  juga adanya kabut. Pada bulan musim panas, awan jenis cumulonimbus akan memiliki peluang untuk tumbuh.

b. Front Dingin ( Cold Front)

   Front dingin adalah massa udara dingin menggilas massa udara panas, dimana massa udara panas akan naik di atas massa udara yang lebih dingin. Frontini menunjukkan suatu wilayah dimana udara yang dingin, kering dan stabil mendorong udara yang hangat, lembab, dan tak stabil (Ahrens 2007). Apabila udara hangat itu relatif tidak stabil dan mengalami pengangkatanyang cukup besar, di zona frontal (transisi) terbentuk suatu deretan awan cumulonimbus sehingga berpotensi terjadinya badai yang dikenal sebagai garis badai atau squall line. Front dingin dapat bergerak dua kali lebih cepat dan perubahan cuaca yang drastis daripada front panas, udara dingin lebih padat daripada udara hangat dan secara cepat menggantikan keberadaan udara hangat pada lapisan perbatas.

  Awan-awan yang terbentuk pada saat front dingin adalah awan Cumulonimbus (Cb) dan Cumulus (Cu). Selama front ini berlangsung terjadi hujan badai sangat besar, Guntur, dan kilat selama 2-3 jam.

c. Front Campuran ( Occluded Front )

  Front campuran terjadi apabila dua massa udara dingin bertemu dengan massa udara panas sehingga massa udara dingin akan mengambil alih lokasi massa udara panas. Pada saat front campuran berlangsung, yang mendominasi adalah front dingin, sehingga karakteristiknya mirip dengan front dingin. Front campuran pada umumnya terjadi dimana front dingin bergerak lebih cepat dari front panas. Kadang-kadang dalam sebuah sistem badai front dingin akan "mengejar" front panas. Terdapat dua jenis front campuran di atmosfer dan temperatur udara sangat menentukan front campuran jenis mana yang lebih dominan. Front oklusi dingin terjadi ketika front dingin bergerak cepat dan mengambil alih lokasi front panas dimana udara pada front panas lebih bergerak lambat atau ketika front dinginmenyelusup ke bawah front panas. Ketika hal ini terjadi maka udara dingin akan mengganti massa udara hangat di atmosfer. Secara khusus front campuran jenis ini dapat menciptakan sebuah percampuran dari udara yang ditemukan pada kedua front sehingga kondisi udara relatif stabil.

d. Front Stasioner (Stationary Front)

   Ada kalanya suatu front tidak cukup kuat untuk mendorong front lainnya,s ehingga udara menjadi tidak bergerak. Kondisi ini dinamakan front stasioner atau front quasi stationer (Ahrens, 2007).  Front quasi stationer dapat terjadi apabila ada dua massa udara yang bertemu, baik dingin maupun panas, tetapi masing-masing dari massa udara tersebut tidak cukup kuat untuk mendesak satu dengan yang lainnya sehingga tidak jelas mana yang mendominasi.

   Kondisi cuaca di sepanjang front stasioner ini umumnya cerah atau sedikit berawan, dengan udara yang jauh lebih dingin disalah satu sisi. Hal ini disebabkan karena kedua massa udara relatif kering dan tanpa presipitasi. Tetapi front tersebut tak berlangsung lama. Jika udara yang lebih hangat mulai bergerak dan mendorong udara dingin, front tak lagi dalam kondisi stasioner. Kondisinya akan berubah menjadi front panas. Begitu pula ketika udara yang lebih dingin mendapat daya dorong yang lebih kuat, maka kondisi akan berubah menjadi front dingin dan udara hangat tersebut akan tergeser (Lutgens, 1982).

   Suatu daerah dapat dikatakan mengalami front quasi stationer apabila tidak terjadi perubahan selama rentang beberapa lama. Hal ini bersifat subjektif, karena tergantung dari pengamat yang melakukan penelitian di lapangan. Pergerakan dari front quasi stationer ini hanya berkisar pada 5 knot. Kondisi cuaca di sepanjang front stasioner ini umumnya cerah atau sedikit berawan, dengan udara yang jauh lebih dingin disalah satu sisi. Hal ini disebabkan karena kedua massa udara relatif kering dan tanpa presipitasi.

e. Siklon Frontal

   Siklon frontal adalah daerah front dimana terjadi pertemuan dua massa udarayang berbeda kekuatan dan karakter. Siklon frontal merupakan bentuk front yangterjadi dalam keadaan khusus. Depresi frontal dalam tahapan paling berkembang dapat berupa badai besar yang lebarnya mencapai 1600 km (1000 mil) dan dapat bergerak sejauh ribuan kilometer (mil), membawa cuaca penuh badai yang sangat mudah berubah arah ke berbagai tempat sebelum akhirnya menghilang. Front bergerak digambarkan di peta cuaca sebagai garis lengkung.

   Siklon frontal sering juga disebut sebagai siklon ekstratropis karena siklonfrontal ini terjadi di lintang-lintang menengah dan tinggi. Siklon tersebut berbeda dari siklon tropis dalam beberapa hal, tetapi yang paling menonjol adalah bahwa siklon ekstratropis mengandung sistem frontal sedangkan siklon tropis tidak sehingga siklon tropis dikenal sebagai siklon frontal. Sikoln ekstratropis terbentuk di sepanjang front kutub yang merupakan suatu zona frontal yang memisahkan massa udara kutub yang dingin dari massa udara tropis yang hangat.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Front Udara

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya sudut bidang front cuaca adalah :

1.Perbedaan temperature jenis udara yang lebih panas dengan jenis udara yang lebih dingin. Temperatur dipengaruhi oleh:

· Lintang tempat penilik

· Sifat dan permukaan bumi dimana stasiun penilik berada

· Banyak atau kurangnya awan yang meliputi langit

2.Pengaruh sifat permukaan bumi : nilai amplitudo tempertur harian diatas lautan umumnya kecil dari pada didaratan dan gurun pasir lebih besar dari pada daerah hutan.

3.Pengaruh awan yang meliputi langit : Pada cuaca cerah , nilai amplitude tempertur harian lebih besar dan pada langit diliputi awan.

4.Perbedaan kecepatan komponen angin, angin pada umumnya yang menjadi penyebab langsung adalah terjadinya perbedaan kerapatan udara sehingga menimbulkan tekanan udara yang berbeda-beda secara horisontal. Tetapi sumber energi utamanya diperoleh dari perbedaan pemanasan dan pendinginan yang terjadi pada lintang-lintang rendah dan tinggi. Energi ini dipergunakan untuk membuat angin dan mempertahankan kecepatannya terhadap adanya gesekan dengan permukaan.

5. Lintang geografis wilayah  yang bersangkutan,

Pengaruh Front Udara terhadap Perubahan Iklim Global

    Perubahan iklim menunjuk pada adanya perubahan pada iklim yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu (United Nations Framework Convention on Climate Change). Pemanasan yang terjadi pada sistem iklim bumi merupakan hal yang jelas terasa, seiring dengan banyaknya bukti dari pengamatan kenaikan temperatur udara dan laut, pencairan salju dan es di berbagai tempat di dunia, dan naiknya permukaan laut global (Climate Change 2007).

    Ada beberapa parameter yang kita bisa digunakan untuk menentukan front pada suatu wilayah. Diantaranya dengan melihat suhu udara, suhu titik embun dan arah angin pada peta sinoptik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa suatu wilayah diakatakan sebagai front jika terdapat perbedaan suhu yang ekstrim pada jarak yang sangat dekat, suhu titik embun mendekati suhu udara (RH 100% atau lembab), dan adanya angin yang bergerak pada arah yang berlawanan.

    Front berperan penting dalam cuaca karena dapat mempengaruhi cuaca, suhu dan tekanan udara atau musim yang berlangsung di suatu wilayah. Ketika musim dingin, front dingin memiliki daya dorong jauh lebih kuat daripada front panas, sehingga front panas tak mampu menembus wilayah tersebut. Sedangkan ketika musim panas, yang terjadi adalah kontradiksi. Front panas mendominasi dan mampu mendorong front dingin.

Pengaruh adanya front terhadap iklim antaralain :

1. Volume udara akan mempengaruhi daerah dibawah permukaan sumbernya

2. Massa udara kutub maritim berpengaruh pada kabut, gerimis, cuaca mendung dan cahaya tahan lama hujan sedang

3. Front panas membentuk awan cirrus yang kemudian diikuti awan stratus dan nimbostratus yang dapat menyebabkan turun hujan di bawah permukaan front

4. Front stasioner menyebabkan cuaca cerah

5. Front dingin membawa awan comulusnimbus yang menyebabkan terjadinya badai di bawah permukaan front.

6. Perubahan lapisan udara merupakan pemicu lahirnya Tornado

Badai guntur

Badai guntur alias thunderstorm merupakan fenomena cuaca yang sering terjadi di wilayah tropis. Wilayah Indonesia berada di antara dua benua asia dan Australia, dua samudera Hindia dan Pasifik. Letaknya membentang di sepanjang daerah katulistiwa, sebagai wilayah maritim kontinen hampir 2/3 bagian wilayahnya merupakan lautan dan sebagian lagi terdiri dari kepulauan besar dan kecil yang jumlahnya kurang lebih 17.000 kepulauan. Dengan keadaan geografis seperti ini, wilayah Indonesia sangat berpotensi mengalami berbagai keadaan cuaca termasuk sering mengalami badai guntur.
Secara sederhana, badai guntur atau thunderstorm didefinisikan sebagai badai yang menghasilkan petir dan kilat. Sebuah badai petir, juga dikenal sebagai badai listrik, badai petir, thundershower atau hanya badai adalah bentuk cuaca yang ditandai oleh adanya petir dan efek akustik pada atmosfer bumi yang dikenal sebagai guntur. Dalam ilmu meteorologi Jenis awan yang bertanggung jawab atas kemunculan badai petir adalah awan cumulonimbus. Petir biasanya disertai dengan angin kencang, hujan deras dan kadang-kadang salju, sleet, hail, atau tidak ada hujan sama sekali. Badai Guntur yang menyebabkan hujan es untuk musim gugur disebut hailstorms.

Bahasa Pemograman


Bahasa pemrograman terbagi menjadi 2 kata yaitu Bahasa dan Pemograman. Bahasa adalah cara untuk berkomunikasi, sedangkan Pemograman adalah sekumpulan instruksi untuk menyelesaikan masalah. Jika disimpulkan menjadi sekumpulan perintah yang berstruktur tertentu (syntax) yang dapat dimengerti komputer yang bergunauntuk menyelesaikan berbagai masalah. Bahasa yang berstruktur bermaksud dalam cara pemrosesan datanya yang terstruktur baik analisa, cara, serta penulisannya.
GenerasiBahasaPemrograman
1. First-Generation Language (1GL) yang dikenal sebagai bahasa mesin. Bahasa mesin ini mulai dikembangkan tahun 1940-an dan awal 1950-an. Bahasa Mesin adalah bahasa internal komputer yang mengeksekusi secara langsung tanpa terjemahan (translator) dimana menggunakan Kode Bahasa Binerdimana O berarti False dan 1 berarti True,contohnya 01100101100110
2. Second-Generation Language (2GL) yang lebih dikenal dengan bahasa assembly. Bahasa Assembly merupakan instruksi yang disusun oleh kodesimbolis, singkatan dan kode dengan makna tertentu, contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.Digenerasi kedua ini diperlukan assembler yaitu program khusus untuk mengubah pernyataan bahasa pemrograman kebahasamesin.
3.    Third Generation Language (3GL) ,yakni bahasa pemrograman tingkat tinggi , seperti PL/1, C atau Java.  Kemunculan bahasa mesin dan bahasa assembly terlalu sulit, sehingga muncul generasi ketiga yang lebih mudah untuk program dan portable. Disebut tingkat tinggi karena mudah dipelajari & program tingkat tinggi memerlukan proses penerjemahan oleh komputer yang sangat rumit yang disebut COMPLIER atau INTERPRETER
4.    Fourth Generation Language (4GL), merupakan Bahasa Non-Prosedural. Bahasa pemrograman Generasi Ke-4 dirancang untuk mengurangi waktu pemrogram untuk membuat program sehingga pembuatan program dibuat dengan waktu lebih cepat. Program ini dapat digunakan oleh pemakai yang kurang mengenal hal-hal teknis pemrograman tanpa perlu bantuan seorang programmer professional.Contoh : Membuat program database sederhana dengan Microsoft Access. Bahasa generasi ke-4 disebut juga dengan Very High Level Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.
5.    Fifth Generation Language (5GL),adalah bahasa pemrograman yang menggunakan interface pengembangan visual atau grafik untuk membuat bahasa sumbernya, yang biasanya di-compile dengan compiler 3GL atau 4GL. Microsoft, Borland,IBM dan perusahaan lain memproduksi pemrograman visual 5GL, contohnya untuk pengembangan aplikasi Java.
Compiler adalah Program yang mengkonversi source program secara keseluruhan ke dalam bahasa mesin (object program) sebelum dilakukan eksekusi,proses pengerjaan program lebih cepat.
Interpreter menganalisis dan mengeksekusi setiap baris dari program tanpa melihat program secara keseluruhan dan dalam eksekusi bisa dilakukan dengan segera tanpa melalui tahap kompilasi.
Beberapa contoh bahasa pemograman :
ž  Pascal : bahasa tingkat tinggi yang orientasinya pada segala tujuan dimana terstruktur, memiliki sintaks yang memungkinkan penulisan program dipecah menjadi fungsi-fungsi kecil (procedure dan function) yang dapat dipergunakan berulang-ulang serta sederhana dan ekspresif,yaitu memiliki struktur yang sederhana dan sangat mendekati bahasa manusia (bahasaInggris) sehingga mudah dipelajari dan dipahami.
ž  Delphi :merupakan generasi penerus dari Turbo Pascal. Turbo Pascal yang diluncurkan pada tahun 1983 dirancang untuk dijalankan pada sistem operasi DOS ( yang merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan pada saat itu ).
ž  C         : dimana hampir disemua jenis Komputer menggunakan bahasa ini karena memiliki proses executable program yang lebih cepat dan mempunyai struktur yang lebih baik sehingga dapat dengan mudah dipahami.
ž  Visual Basic : salah suatu development tools untuk  membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk  merancang user interface dalam bentuk form

JenisBahasaPemrogramanBerdasarkanMetodenya
  1. Pemrograman terstruktur adalah pembuatan program yang terdiri dari kumpulan prosedur. Contohnya : pascal, C/C++
  2. Pemrograman berorientasi objek merupakan bahasa pemrograman yang mampu memanfaatkan objek yang tersedia atau membuat suatu objek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman. Contohnya : C++, SmallTalks, Java.
  3. Pemrograman visual menggunakan bahasa visual yang memakai ekspresi visual seperti grafik, gambar, atau ikon dalam proses pemrograman. Contohnya : VB, Delphi